Bengkel kaki kaki – Kalau mobil kamu sudah mulai terasa tidak enak pas lewat jalanan rusak, biasanya hal pertama yang terpikirkan itu adalah bagian kaki-kaki. Dan dari semua bagian kaki-kaki, yang paling sering dituduh rusak itu ya shockbreaker mobil. Apalagi kalau kamu ingat-ingat lagi, ternyata shockbreaker yang menempel di mobil kamu itu sudah dipakai bertahun-tahun dan tidak pernah diganti. Wajar saja kalau kamu jadi khawatir karena komponen ini memang fungsinya sangat penting untuk meredam guncangan saat sistem suspensi mobil sedang bekerja. Kalau shockbreaker mobil kamu sudah rusak, kenyamanan berkendara pasti hilang, apalagi pas lewat jalan yang bergelombang atau keriting.
Tapi sebenarnya, bagaimana sih cara shockbreaker mobil itu bekerja di dalam sana? Apa saja bagian-bagian yang ada di dalamnya? Supaya kamu lebih paham dan tidak cuma sekadar tahu namanya saja, mari kita bahas 4 hal penting soal shockbreaker mobil ini dengan bahasa yang lebih sederhana.
1. Shockbreaker Bekerja Dengan Cara Memberi Dan Melepas Tekanan
Banyak orang yang bingung bagaimana sebuah besi tabung bisa meredam guncangan mobil yang beratnya ribuan kilogram. Jadi begini, cara kerja shockbreaker itu sebenarnya mengandalkan fluida atau cairan yang ada di dalamnya. shockbreaker itu sangat bergantung pada cairan yang ditekan atau dikompresi. Karena ada cairan itu, makanya dia bisa menahan beban dan meredam gerakan.
Dari prinsip kerja ini, shockbreaker sebenarnya fungsinya adalah mengolah gerakan naik turun atau bolak-balik dari piston yang ada di dalam tabung. Gampangnya begini, ketika mobil kena lubang, piston akan memberi tekanan pada cairan fluida, dan sebaliknya saat mobil kembali rata, tekanan itu dilepaskan. Mekanisme inilah yang membuat bodi mobil kamu tidak goyang terus-menerus karena guncangan dari luar sudah diredam oleh tekanan cairan tadi. Tanpa ini, mobil kamu bakal terasa sangat tidak stabil saat di jalan.
2. Apa Saja Komponen Yang Ada Di Dalam Shockbreaker Mobil?
Supaya shockbreaker bisa menjalankan tugasnya dengan baik, dia punya beberapa bagian atau komponen yang saling bekerja sama. Kamu perlu tahu bagian-bagian ini supaya kalau ke bengkel, kamu tidak bingung kalau mekanik menyebut nama-nama komponennya.
Pertama ada yang namanya Tabung Shock. Ini adalah wadah atau tempat untuk menampung piston dan cairan fluida tadi. Lalu ada Piston, yang tugasnya adalah mengatur volume di dalam tabung supaya cairan fluida bisa tertekan dengan pas. Selanjutnya ada Batang Piston, yaitu besi panjang yang menghubungkan piston dengan poros roda mobil kamu. Jadi kalau roda naik, batang ini ikut mendorong piston ke atas.
Lalu ada juga Katup Piston. Fungsinya sebagai penyekat atau pembatas ruang antara bagian atas piston dan bagian bawah piston. Terakhir dan yang paling penting adalah Fluida. Ini adalah cairan yang gunanya untuk meredam guncangan. Orang bengkel biasanya menyebut ini dengan nama oli shock karena bentuknya memang cairan hidrolik yang kental. Tanpa oli ini, shockbreaker cuma jadi besi kosong yang tidak ada gunanya.
3. Memahami Cara Kerja Shockbreaker Saat Mobil Jalan
Secara garis besar, shockbreaker itu bekerja dalam dua langkah saja, yaitu langkah kompresi dan langkah ekspansi. Langkah kompresi itu terjadi saat cairan fluida di dalam tabung tertekan. Ini terjadi pas mobil kamu lewat lubang atau polisi tidur, shockbreaker bakal memendek dan piston bergerak naik ke atas. Di saat itu, ruang di bagian atas piston jadi sempit dan ruang bawah jadi luas. Karena ruang atas sempit, oli shock tadi tertekan keluar lewat lubang-lubang kecil. Karena lubangnya kecil, aliran oli jadi lambat, nah inilah yang membuat gerakan mobil jadi tidak kasar alias teredam.
Lalu ada langkah ekspansi. Ini terjadi saat mobil sudah lewat lubang dan per mobil mau balik ke posisi semula. Di sini shockbreaker memanjang lagi dan piston bergerak turun ke bawah. Oli shock yang tadi di bawah bakal mengalir lagi ke ruang atas. Sama seperti saat ditekan tadi, aliran oli yang lewat lubang sempit ini bakal menahan gerakan piston supaya tidak terlalu cepat balik ke atas. Hasilnya, mobil kamu jadi tetap stabil dan tidak bergoyang secara berlebihan.
Baca juga Perbaikan Bushing Arm Pecah Honda CRV Benua Melayu Darat
4. Dua Jenis Shockbreaker Yang Biasa Digunakan
Kamu juga harus tahu kalau shockbreaker itu ada jenisnya, tidak semua mobil pakai jenis yang sama. Secara umum ada dua yang sering dipakai. Pertama adalah Dual Action Shock Absorber. Ini adalah jenis yang paling banyak dipakai di mobil-mobil penumpang seperti yang kamu pakai sehari-hari. Cara kerjanya ya seperti yang dijelaskan tadi, dia punya dua aksi yaitu meredam saat ditekan dan meredam saat memanjang kembali.
Kedua ada Single Action Shock Absorber. Bedanya kalau jenis ini cuma punya satu saluran piston saja, tapi ada tambahan saluran yang namanya orifice. Saat oli ditekan, semua saluran akan terbuka. Efeknya, suspensi bakal terasa sangat empuk karena tidak banyak hambatan. Biasanya jenis ini lebih cocok dipakai untuk kendaraan yang sangat berat seperti truk supaya bantingannya tidak terasa terlalu keras.
Itulah 4 hal yang perlu kamu pahami soal shockbreaker mobil kamu. Kalau kamu merasa mobil sudah mulai tidak stabil, terasa keras, atau bahkan ada rembesan oli di tabung shock, itu tandanya kamu harus segera mengecek kondisi kaki-kaki mobil kamu ke bengkel yang memang ahlinya. Jangan dibiarkan terlalu lama karena bisa merusak komponen yang lain.
Solusi Kaki-Kaki Mobil Kamu Hanya di Domo Kaki Kaki!
Punya masalah dengan shockbreaker yang bocor, bunyi gluduk-gluduk, atau mobil terasa limbung saat kecepatan tinggi? Jangan tunda lagi kenyamanan dan keamanan kamu dalam berkendara. Segera bawa mobil kamu ke Domo Kaki Kaki, bengkel spesialis yang sudah sangat berpengalaman dalam menangani berbagai kerusakan pada sistem suspensi dan kaki-kaki mobil.
Di Domo Kaki Kaki, pengecekan dilakukan secara detail supaya masalahnya ketahuan sampai ke akar-akarnya. Yuk, kembalikan kenyamanan mobil kamu seperti baru lagi hanya di Domo Kaki Kaki! Kamu bisa mengunjungi bengkel kami di wilayah terdekat untuk mendapatkan pelayanan terbaik.






