Bengkel kaki kaki mobil – Link stabilizer adalah salah satu bagian yang ada di sistem kaki-kaki mobil. Banyak pemilik kendaraan yang mungkin tidak terlalu memperhatikan komponen ini. Padahal, link stabilizer punya peran yang sangat besar supaya mobil anda tetap nyaman dan stabil pas digunakan buat berkendara. Komponen ini letaknya ada di bagian kiri dan kanan suspensi mobil. Fungsinya adalah membantu menjaga keseimbangan mobil saat anda lewat di jalan yang lurus atau pas lagi belok.
Apa saja fungsi dari link stabilizer?
Fungsi yang pertama adalah buat mengurangi kemiringan mobil pas anda lagi belok. Waktu anda putar setir dan mobil bergerak ke arah belokan, beban mobil bakal pindah ke salah satu sisi saja. Kalau tidak ada sistem yang menahan gerakan ini, mobil anda bakal terasa goyang atau miring sekali. Di sinilah link stabilizer bekerja untuk menahan ayunan itu supaya mobil tetap terkontrol.
Fungsi yang kedua adalah menjaga kestabilan mobil secara keseluruhan. Jadi bukan cuma pas belok saja, tapi juga pas mobil jalan lurus dengan kecepatan tertentu. Mobil yang stabil itu pasti terasa lebih enak disetir dan tidak gampang oleng. Kalau kondisi link stabilizer masih bagus, suspensi kiri dan kanan bisa bergerak lebih seimbang. Jadi, setir mobil anda bakal terasa lebih mantap.
Selain itu, link stabilizer juga bantu supaya ban mobil punya daya cengkram yang bagus ke jalanan. Pas suspensi bekerja dengan benar, tekanan ban ke aspal jadi lebih rata. Ini penting sekali buat keamanan anda, apalagi kalau anda lewat di jalan yang bergelombang atau harus menghindar secara mendadak.
Bentuk dan cara kerja link stabilizer
Kalau dilihat sekilas, bentuk link stabilizer ini mirip dengan tie rod. Tapi bedanya adalah link stabilizer punya dua titik ball joint di masing-masing ujungnya. Ball joint ini gunanya supaya komponen bisa ikut gerak-gerak pas suspensi mobil berayun. Di dalam ball joint itu ada lapisan plastik yang namanya Teflon. Lapisan ini fungsinya sebagai pelapis supaya gerakan bola joint tadi tetap halus dan tidak macet.
Biasanya di setiap roda itu ada satu batang link stabilizer. Pemasangannya itu tersambung ke bagian lower arm atau ke batang shockbreaker, terus disambung lagi ke stabilizer bar. Sistem ini kerja bareng-bareng buat menyeimbangkan suspensi kiri dan kanan. Jadi kalau roda yang satu kena tekanan besar, sisi yang satunya lagi bakal ikut menyesuaikan supaya mobil tidak miring sebelah.
Baca juga Service Camber Caster Bermasalah Honda HR-V di Benua Melayu Laut Terpercaya
Tanda-tanda kalau link stabilizer sudah mulai rusak
Sama seperti komponen mobil lainnya, link stabilizer juga bisa rusak. Ciri yang paling gampang dirasakan adalah muncul suara aneh pas anda lewat jalan rusak atau jalan berlubang. Suaranya itu biasanya bunyi “klutuk-klutuk” atau seperti ada besi yang beradu. Kadang suaranya kencang sekali sampai masuk ke dalam kabin mobil dan bikin tidak nyaman.
Bunyi itu biasanya karena lapisan Teflon di dalam ball joint sudah aus atau menipis. Karena lapisannya habis, bola joint jadi longgar. Pas mobil goyang, bola joint itu bakal kena langsung ke rumah link stabilizer-nya. Gesekan itulah yang bikin suara berisik. Kalau anda diamkan saja, nanti mobil anda jadi tidak stabil.
Anda juga bisa cek ciri fisiknya secara langsung. Pertama, lihat karet penutup debu di ball joint. Karet ini tugasnya melindungi bagian dalam dari kotoran dan air. Kalau karetnya sudah sobek atau retak, berarti debu sudah masuk ke dalam dan bikin komponen cepat rusak. Kalau sudah begini, fungsinya sudah tidak maksimal lagi.
Ciri fisik lainnya adalah batang link stabilizer-nya bengkok atau malah sudah patah. Ini bisa terjadi kalau mobil pernah kena benturan keras atau memang sudah lama sekali tidak diganti. Kalau kondisinya sudah bengkok atau patah, anda tidak punya pilihan lain selain beli yang baru. Kalau tetap dipaksa jalan, mobil bakal terasa goyang dan bahaya buat anda.
Walaupun bentuknya kecil, anda jangan anggap remeh link stabilizer ini. Dampaknya besar sekali buat kenyamanan dan keamanan anda saat menyetir. Jadi, anda perlu rajin cek bagian kaki-kaki mobil, terutama kalau sudah dengar bunyi-bunyi aneh. Kalau anda merasa ada gejala yang disebutkan tadi, lebih baik anda segera bawa mobil ke bengkel supaya dicek lebih lanjut. Jangan tunggu sampai parah supaya mobil anda tetap aman dipakai di jalan.







