Bengkel Kaki Kaki – Bunyi “gluduk-gluduk” dari kolong mobil sering bikin waswas. Apalagi kalau muncul saat melintasi jalan rusak atau ketika setir dibelokkan. Gejala seperti ini hampir selalu mengarah ke masalah pada kaki-kaki mobil. Pertanyaannya, ketika kaki-kaki mulai bermasalah, mana yang lebih masuk akal: cukup diservis atau langsung ganti komponen baru?
Topik ini kerap jadi perdebatan di bengkel maupun di obrolan sesama pemilik mobil. Supaya tidak salah langkah, penting memahami kondisi kerusakan dan risikonya. Berikut ulasan lengkapnya, dirangkum dengan pendekatan praktis ala jurnalis otomotif yang sehari-hari berkutat di bengkel dan jalan raya.
Kondisi Kaki-Kaki yang Masih Bisa Diservis
Tidak semua bunyi atau gejala berarti komponen harus diganti. Pada beberapa kasus, servis masih jadi solusi yang aman dan ekonomis, terutama bila kerusakan tergolong ringan.
- Bushing Retak Tipis
Bushing yang mulai retak namun belum sobek total masih bisa ditangani dengan metode press bushing atau pengencangan ulang. Biasanya ini terjadi pada mobil yang sering melewati jalan bergelombang. Setelah servis, pemilik mobil disarankan rutin memantau kondisinya karena usia pakainya sudah tidak sepanjang komponen baru. - Bunyi Akibat Baut Kendur
Kadang sumber bunyi bukan karena part rusak, melainkan baut yang mulai longgar. Solusinya sederhana: pengencangan ulang dan pengecekan posisi baut. Langkah ini sering luput, padahal bisa menghemat biaya cukup besar tanpa mengorbankan keamanan. - Joint Kotor atau Berkarat
Debu, lumpur, dan air bisa menumpuk di area joint, memicu karat dan bunyi berdecit. Selama belum ada keausan parah, joint masih bisa dibersihkan lalu diberi pelumas ulang. Servis ringan ini cukup efektif mengembalikan kenyamanan berkendara.
Tanda Kaki-Kaki Wajib Diganti Baru
Berbeda cerita jika kerusakan sudah masuk kategori berat. Dalam kondisi ini, mengganti komponen bukan lagi pilihan, melainkan keharusan demi keselamatan.
- Shock Absorber Bocor
Shock absorber yang bocor ditandai dengan mobil terasa limbung, memantul berlebihan, dan muncul rembesan oli. Secara teknis, shock yang bocor tidak bisa bekerja optimal lagi. Mengganti unit baru adalah solusi paling aman. - Ball Joint Oblak
Bunyi “kletek” saat belok atau melewati jalan rusak sering menandakan ball joint sudah oblak. Komponen ini krusial karena menahan roda. Jika sampai terlepas, risikonya sangat fatal. Tak ada kompromi, ball joint oblak harus diganti. - Tie Rod atau Long Tie Rod Longgar
Setir terasa goyang dan kurang responsif? Bisa jadi tie rod bermasalah. Mengingat komponen ini berkaitan langsung dengan kendali kemudi, penggantian part baru jauh lebih dianjurkan dibanding sekadar servis tambal sulam. - Bushing Sobek Total
Bila bushing sudah sobek sepenuhnya, biasanya muncul bunyi keras disertai getaran yang terasa hingga kabin. Kondisi ini membuat suspensi tidak stabil. Mengganti bushing adalah langkah paling logis agar mobil kembali nyaman dan aman.
Jadi Pilih Servis atau Ganti Baru?
Jawabannya sangat bergantung pada tingkat kerusakan. Servis cocok untuk masalah ringan dan tahap awal. Namun jika komponen sudah aus parah atau rusak total, mengganti part adalah keputusan terbaik demi keselamatan dan kenyamanan jangka panjang.
Tips Agar Kaki-Kaki Mobil Lebih Awet
- Hindari menghantam lubang atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi
- Lakukan spooring dan balancing secara berkala
- Dengarkan setiap bunyi asing dari kolong mobil
- Periksa kaki-kaki minimal setiap 20.000 km atau saat handling berubah







