Penyebab Ban Mobil Bunyi Dengung Saat Jalan

Bengkel kaki kaki – Pernah tidak lagi asyik menyetir di jalan tol yang mulus, tiba tiba kuping terganggu suara ngung ngung yang makin lama makin keras? Bunyi dengung dari area bawah mobil begini sering banget bikin panik dan gagal fokus. Biasanya suara misterius ini bakal terdengar makin jelas saat jarum speedometer mulai naik ke kecepatan tertentu.

Banyak pemilik mobil yang langsung menuduh aspal jalanan atau merek ban yang kurang bagus sebagai biang keroknya. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Suara dengung bernada konstan ini sering kali jadi sinyal darurat kalau komponen di area roda atau kaki kaki sedang minta jajan.

Kalau dibiarkan terus tanpa tahu penyebabnya, perjalanan jauh pasti rasanya jadi tidak tenang. Malah risiko kerusakannya bisa merembet ke komponen lain yang harganya jauh lebih mahal. Yuk, kita bedah satu per satu apa saja yang sebenarnya terjadi di bawah sana.

Kenapa Bunyi Dengung Bisa Muncul dari Ban?

Roda mobil itu berputar jutaan kali selama dipakai jalan, menahan beban muatan sekaligus menghantam berbagai karakter jalanan. Bayangkan saja tekanannya.

Begitu ada satu bagian kecil saja yang aus atau posisinya bergeser, putaran roda otomatis jadi tidak seimbang lagi. Gesekan yang tidak sempurna inilah yang kemudian berubah menjadi resonansi suara yang kita dengar sebagai dengungan di dalam kabin.

Penyebab Ban Mobil Bunyi Dengung Saat Jalan

Setiap komponen di area kolong mobil punya masa pakai, dan suara berisik adalah cara mereka protes kalau kondisinya mulai tidak beres.

1. Bearing Roda Mulai Rusak

Komponen kecil ini fungsinya sangat vital untuk memastikan roda berputar dengan lancar tanpa hambatan. Ketika lapisan bantalannya aus atau kehabisan pelumas, gesekan logam di dalamnya bakal menciptakan suara dengung yang mirip pesawat mau terbang. Coba perhatikan saat mobil berbelok. Kalau suara berubah atau mendadak hilang saat setir dibuang ke satu arah, hampir pasti bearing roda Anda yang kena.

2. Ban Aus Tidak Merata

Coba raba permukaan ban mobil Anda, apakah tingginya masih rata atau justru bergelombang seperti gergaji? Permukaan ban yang habisnya tidak merata otomatis bikin area kontak dengan aspal jadi berantakan. Efeknya ya muncul suara dengung konstan saat melaju di kecepatan menengah. Hal begini biasanya terjadi karena setelan roda sudah berubah atau karena Anda jarang melakukan perawatan rutin.

3. Pola Tapak Ban Tertentu

Beberapa jenis ban, terutama yang punya kembangan kasar atau bertipe mud terrain, memang punya karakter suara yang lebih berisik sejak lahir. Gesekan alur bannya dengan aspal menghasilkan angin yang bersuara agak keras. Tapi Anda harus curiga kalau suaranya mendadak berubah jadi jauh lebih berisik dari biasanya. Karakter ban bawaan tidak akan berubah se ekstrem itu tanpa ada pemicu lain.

4. Balancing Roda Tidak Presisi

Setiap ban dan velg punya titik berat yang berbeda beda, makanya perlu ditempeli timah penyeimbang lewat proses balancing. Tanpa itu, roda bakal berputar dengan getaran mikro yang tidak beraturan. Lama kelamaan putaran yang pincang ini tidak cuma bikin setir bergetar, tapi juga memicu suara dengung halus yang mengganggu telinga sepanjang perjalanan.

5. Velg Peyang

Pernah menghantam lubang jalan dengan kecepatan tinggi sampai terdengar bunyi benturan yang keras? Kejadian itu bisa membuat bibir velg jadi sedikit peyang atau baling. Velg yang sudah tidak bulat sempurna otomatis membuat putaran ban jadi oleng. Dari sinilah getaran hebat dan suara dengung bermula, terutama pas mobil dipacu di jalanan yang lurus dan mulus.

6. Tekanan Ban Tidak Sesuai

Banyak yang meremehkan urusan angin ban, padahal dampaknya bisa langsung terasa ke telinga. Saat ban kekurangan angin, dinding ban bakal melar dan membuat area karet yang menempel ke aspal jadi terlalu lebar. Gesekan yang berlebih ini memicu suara bising yang tidak wajar. Mengisi angin terlalu keras juga sama buruknya karena ban jadi terlalu kaku saat berputar.

Baca juga Setir Mobil Bergetar Saat Rem, Ini Penyebabnya

7. Shockbreaker Sudah Lemah

Tugas utama shockbreaker adalah menahan roda agar tetap menempel sempurna pada permukaan jalanan yang tidak rata. Kalau komponen peredam ini sudah mati, roda mobil bakal membal berlebihan seperti bola. Tekanan ban ke aspal jadi tidak stabil dan putarannya berubah aneh. Kondisi ini memicu munculnya suara dengung sekaligus bikin mobil terasa limbung saat menikung.

8. Ban Sudah Mulai Getas

Karet ban punya masa kedaluwarsa, biasanya teksturnya bakal berubah jadi keras dan kaku setelah lewat tiga atau empat tahun. Ban yang sudah mengeras kehilangan kelenturannya, jadi suaranya saat melindas jalanan bakal jauh lebih kasar dibanding ban baru. Jangan heran kalau kabin terasa sangat bising meskipun kondisi kaki kaki mobil sebenarnya masih sehat walafiat.

Tanda Tanda yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala awal bisa menyelamatkan Anda dari ongkos perbaikan yang membengkak di kemudian hari.

1. Bunyi Semakin Keras Saat Kecepatan Tinggi

Indikator paling gampang adalah dengan memperhatikan volume suaranya seiring bertambahnya kecepatan mobil. Kalau di kecepatan rendah suaranya tidak ada tapi mendadak bising di atas 80 kilometer per jam, bearing atau ban Anda fix bermasalah. Jangan ditunda lagi. Kerusakan bearing yang parah berisiko membuat roda terkunci mendadak di jalan.

2. Muncul Getaran pada Setir

Suara dengung yang dibarengi dengan getaran aneh di telapak tangan saat memegang setir adalah tanda bahaya. Ini sinyal kuat kalau masalahnya sudah berimbas ke kestabilan putaran roda depan Anda. Entah itu karena velg peyang atau ban yang benjol. Sensasi berkendara pasti langsung drop dan bikin tangan cepat pegal.

3. Mobil Terasa Tidak Stabil

Anda merasa harus menahan setir lebih kuat agar mobil tetap berjalan lurus di laang yang rata? Berarti gangguan di sektor roda sudah mulai mempengaruhi sistem kemudi. Mobil berpotensi melintir kalau dipaksa bermanuver tajam. Pemeriksaan kolong mobil secara menyeluruh wajib dilakukan demi keselamatan Anda sendiri.

Dampak Jika Bunyi Dengung Dibiarkan

Mengabaikan suara aneh dari kolong mobil itu ibarat menyimpan bom waktu yang siap meledak kapan saja. Kerusakan kecil pada bearing roda yang dibiarkan berbulan bulan bisa merusak rumah axle sampai membuat velg macet total.

Biaya perbaikan yang tadinya cuma ratusan ribu bisa membengkak jadi jutaan rupiah dalam sekejap. Belum lagi risiko keamanan yang harus Anda pertaruhkan saat membawa keluarga berkendara dengan kondisi mobil yang pincang.

Cara Mengatasi Ban Mobil Bunyi Dengung

Satu satunya jalan keluar yang paling aman adalah membawa mobil ke bengkel untuk dicek secara total menggunakan dongkrak hidrolik. Teknisi nantinya bakal memutar roda secara manual untuk mendeteksi getaran halus pada bearing.

Mereka juga akan memeriksa tingkat keausan ban dan kelurusan sudut roda melalui alat khusus. Kalau memang ada komponen yang kedapatan sudah oblak atau aus, langsung ganti saja dengan part yang baru demi mengembalikan kenyamanan kabin.

Cara Mencegah Ban dan Bearing Cepat Bermasalah

Merawat mobil sebenarnya tidak sesulit itu kalau Anda tahu triknya. Kurangi kebiasaan menerjang lubang atau polisi tidur tanpa mengerem karena benturan keras adalah musuh utama bearing dan velg.

Sempatkan waktu sebulan sekali untuk mengecek tekanan angin ban di pom bensin terdekat. Melakukan spooring dan balancing secara berkala setiap 10.000 kilometer juga sangat efektif memperpanjang umur pakai ban mobil Anda.

Solusi Tepat di Bengkel Spesialis Kaki Kaki

Daripada menebak nebak sendiri di rumah yang malah bikin makin pusing, bawa saja mobil Anda ke ahlinya.

Anda bisa memercayakan perbaikan ini ke Domo Kaki Kaki, bengkel spesialis yang memang punya reputasi bagus dalam menangani masalah roda dan suspensi. Proses pemeriksaannya dilakukan secara menyeluruh memakai peralatan modern untuk memastikan sumber bunyinya ketemu. Hubungi kontak bengkel kaki kaki terpercaya terdekat untuk menjadwalkan pengecekan unit mobil Anda sebelum jalan jauh.