Rahasia Awetnya Kaki-Kaki Mobil Hybrid dan Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Mobil

Bengkel Kaki Kaki – Kalau kita bicara soal mobil hybrid dan listrik, biasanya yang terlintas di kepala adalah efisiensi bahan bakar, teknologi canggih, dan sensasi berkendara yang senyap. Tapi, ada satu hal yang sering luput dari perhatian banyak pemilik mobil yaitu kondisi kaki-kaki mobil. Padahal, bagian inilah yang jadi tulang punggung kenyamanan dan kestabilan kendaraan di jalan. Mau secanggih apa pun teknologi di balik kap mesin, kalau kaki-kakinya bermasalah, pengalaman berkendara bisa langsung turun drastis.

Kaki-Kaki Mobil

Istilah “kaki-kaki” mengacu pada rangkaian komponen di bagian bawah mobil yang mendukung roda dan membantu mobil bergerak dengan stabil. Mulai dari suspensi, ball joint, tie rod, bushing, shockbreaker, hingga bearing roda. Semua komponen ini bekerja keras setiap kali mobil melaju, menikung, atau mengerem mendadak.

Pada mobil hybrid dan listrik, beban kerja kaki-kaki justru bisa lebih berat dibandingkan mobil konvensional. Kenapa begitu? Karena baterai kendaraan listrik biasanya cukup berat dan diletakkan di bagian bawah mobil. Posisi ini memang bagus untuk menurunkan titik gravitasi (jadi mobil lebih stabil), tapi di sisi lain juga memberi beban ekstra pada komponen kaki-kaki.

Beban Tambahan di Mobil Elektrifikasi

Coba bayangkan, bobot baterai di mobil listrik bisa mencapai 300–600 kg tergantung modelnya. Artinya, suspensi dan komponen pendukungnya harus bekerja lebih keras menahan beban tersebut, apalagi di jalanan Indonesia yang kadang mulus kadang bikin kaget.

Makanya, penting banget buat pemilik mobil hybrid dan listrik untuk rutin memeriksa kondisi kaki-kaki. Jangan tunggu sampai muncul gejala seperti bunyi “klotok-klotok” saat melewati jalan rusak, atau mobil terasa oleng saat dikendarai.

Gejala Umum Kaki-Kaki Bermasalah

Biar nggak salah diagnosa, berikut beberapa tanda kaki-kaki mobil mulai bermasalah:

  • Setir bergetar saat mobil melaju pada kecepatan tertentu.
    Ini bisa disebabkan oleh tie rod atau ball joint yang sudah longgar.
  • Bunyi berdecit atau berderit saat mobil melewati polisi tidur.
    Umumnya berasal dari bushing atau peredam kejut (shockbreaker) yang aus.
  • Mobil terasa limbung ketika menikung.
    Bisa jadi tanda shockbreaker sudah melemah atau pegasnya mulai lelah.
  • Ban aus tidak merata.
    Ini sering kali pertanda sudut roda (camber dan toe) sudah tidak presisi akibat kaki-kaki yang mulai kendur.

Kalau sudah muncul gejala di atas, jangan tunggu parah. Karena selain mengurangi kenyamanan, kondisi ini bisa bikin mobil boros energi dan bahkan berisiko menurunkan kestabilan kendaraan di kecepatan tinggi.

Perawatan Rutin yang Wajib Dilakukan

Untuk menjaga kaki-kaki mobil hybrid dan listrik tetap prima, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan secara berkala:

  • Lakukan spooring dan balancing secara rutin.
    Minimal setiap 10.000 km atau setelah melewati jalan rusak parah. Spooring memastikan arah roda tetap lurus, sementara balancing menjaga putaran roda tetap seimbang.
  • Periksa tekanan ban setiap minggu.
    Karena bobot mobil listrik cenderung berat, tekanan ban yang ideal sangat krusial. Ban yang kempis sedikit saja bisa membuat beban pada kaki-kaki bertambah dan mempercepat keausan.
  • Gunakan ban dengan load index sesuai rekomendasi pabrikan.
    Jangan asal pasang ban dengan ukuran berbeda hanya karena terlihat keren. Mobil listrik punya karakteristik torsi instan yang bisa menambah tekanan pada suspensi dan ban.
  • Cek kondisi bushing dan shockbreaker setiap servis berkala.
    Meski terlihat sepele, bushing yang aus bisa membuat komponen lain ikut cepat rusak.
  • Hindari mengemudi agresif.
    Akselerasi mendadak dan pengereman keras bukan hanya boros energi, tapi juga memperpendek umur kaki-kaki mobil. Ingat, mobil listrik punya tenaga instan jadi kontrol gaya berkendara tetap penting.

Suspensi Khusus untuk Mobil Listrik

Beberapa pabrikan mobil listrik kini sudah mengembangkan sistem suspensi yang didesain khusus menahan bobot baterai. Contohnya, Tesla dan Hyundai Ioniq menggunakan material aluminium ringan dan geometri suspensi yang disesuaikan agar tetap stabil meskipun beban berat berada di bagian bawah.

Namun, bukan berarti sistem ini bebas perawatan. Justru karena komponennya lebih presisi, pemeriksaan rutin jadi wajib hukumnya. Salah satu kesalahan umum pengguna mobil listrik adalah terlalu percaya diri bahwa mobil “tanpa oli mesin” berarti bebas perawatan. Padahal, kaki-kaki justru harus lebih sering diperiksa karena perannya vital.

Tips Tambahan Biar Kaki-Kaki Tetap Awet

  • Hindari menerjang lubang dengan kecepatan tinggi. Selain bikin shockbreaker cepat rusak, pelek juga bisa penyok.
  • Kalau sering parkir di area lembap, pastikan bagian bawah mobil dibersihkan agar tidak muncul karat.
  • Gunakan bengkel yang paham karakter kaki-kaki mobil elektrifikasi. Tidak semua bengkel konvensional punya peralatan dan pengalaman yang sesuai.
  • Jangan abaikan suara aneh sekecil apa pun. Kadang bunyi kecil bisa jadi tanda awal kerusakan besar.