Sebelum ke Bengkel Kaki Kaki Mobil, Coba 7 Pemeriksaan Mandiri Ini Biar Nggak Tekor di Kantong

Sebelum ke Bengkel Kaki Kaki Mobil, Coba 7 Pemeriksaan Mandiri Ini Biar Nggak Tekor di Kantong

Bengkel Kaki Kaki Mobil – Pernah merasa setir mobil Anda bergetar padahal jalanan mulus? Atau terdengar bunyi “gluduk-gluduk” kecil saat melewati polisi tidur? Banyak orang langsung panik dan buru-buru ke Bengkel Kaki Kaki Mobil tanpa tahu apa sebenarnya yang terjadi. Padahal, sebelum melangkah lebih jauh, ada beberapa pemeriksaan sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.

Tenang saja, Anda tak perlu jadi montir profesional untuk melakukannya. Cukup sedikit ketelitian, telinga yang peka, dan kemauan untuk mengecek satu per satu. Ibarat pepatah, sedia payung sebelum hujan, lebih baik tahu kondisi mobil sejak awal daripada menyesal belakangan.

Dengarkan Suara Aneh Saat Mobil Berjalan

Langkah pertama ini sering diremehkan, padahal justru paling penting. Coba perhatikan suara mobil saat Anda berkendara di jalan datar, saat berbelok, maupun ketika melewati jalan bergelombang.

Bunyi “kletek-kletek” saat setir dibelokkan bisa mengarah ke masalah pada CV joint. Sementara bunyi “duk-duk” saat melewati jalan rusak sering berkaitan dengan shockbreaker atau bushing arm. Jangan buru-buru panik, tapi jangan pula dianggap angin lalu. Suara-suara kecil itu ibarat kode keras dari mobil Anda.

Jika bunyi makin sering muncul, barulah pertimbangkan datang ke bengkel kaki kaki mobil untuk pemeriksaan lanjutan. Minimal, Anda sudah punya gambaran awal sehingga tidak datang dengan tangan kosong.

Perhatikan Getaran di Setir

Setir bergetar saat kecepatan tertentu? Nah, ini tanda yang tak boleh diabaikan. Getaran biasanya terasa di kecepatan 60–80 km/jam. Bisa jadi masalahnya pada balancing roda, spooring yang melenceng, atau bahkan komponen tie rod mulai aus.

Cobalah rasakan pola getarannya. Apakah muncul hanya saat ngerem? Atau justru saat melaju kencang? Catat detailnya. Informasi ini sangat membantu teknisi saat Anda memutuskan ke bengkel kaki kaki mobil nanti.

Ingat, mobil yang sehat mestinya melaju stabil. Kalau setir sudah “protes”, berarti ada yang perlu dibereskan.

Cek Kondisi Ban Secara Menyeluruh

Ban adalah indikator paling jujur dari kondisi kaki-kaki mobil. Perhatikan apakah keausan terjadi secara merata. Jika bagian dalam ban lebih cepat botak, bisa jadi camber bermasalah. Kalau bagian luar yang cepat aus, bisa jadi tekanan angin kurang atau suspensi kurang optimal.

Raba permukaan ban dengan tangan Anda. Apakah terasa bergelombang? Itu bisa jadi tanda suspensi tidak bekerja dengan baik.

Sekali lagi, Anda tak harus langsung ke bengkel kaki kaki mobil. Kadang cukup dengan spooring-balancing sederhana, masalah bisa beres. Tapi kalau dibiarkan, efeknya bisa merembet ke mana-mana.

Tekan Bagian Depan dan Belakang Mobil

Ini cara klasik, tapi masih relevan. Parkir mobil di tempat datar, lalu tekan bagian depan mobil ke bawah dan lepaskan. Lihat bagaimana responsnya.

Jika mobil memantul lebih dari dua kali sebelum kembali stabil, besar kemungkinan shockbreaker sudah melemah. Idealnya, mobil hanya memantul sekali lalu diam.

Lakukan juga pada bagian belakang. Jangan malas mengecek kedua sisi, karena kadang kerusakan hanya terjadi di satu bagian saja.

Kalau hasilnya mencurigakan, barulah Anda jadwalkan kunjungan ke bengkel kaki kaki mobil untuk pemeriksaan lebih detail.

Periksa Kebocoran Oli Shockbreaker

Shockbreaker yang sehat biasanya kering. Coba intip bagian belakang roda, apakah terlihat basah oleh oli? Jika iya, itu tanda seal shock mulai bocor.

Kebocoran kecil sering dianggap sepele. Padahal, lama-lama performa suspensi bisa turun drastis. Mobil terasa limbung saat bermanuver, bahkan bisa membahayakan keselamatan Anda.

Daripada menunggu kerusakan makin parah, lebih baik Anda waspada sejak dini. Setidaknya, Anda tahu kapan waktunya harus benar-benar datang ke bengkel kaki kaki mobil.

Uji Saat Pengereman

Coba lakukan pengereman secara perlahan di jalan sepi dan aman. Rasakan apakah mobil tetap lurus atau justru tertarik ke salah satu sisi.

Jika mobil condong ke kiri atau kanan saat ngerem, bisa jadi ada komponen suspensi atau sistem pengereman yang tidak seimbang. Jangan anggap enteng. Hal seperti ini bisa membahayakan, terutama saat Anda harus mengerem mendadak.

Semakin cepat Anda menyadari gejalanya, semakin kecil risiko yang harus ditanggung.

Rasakan Stabilitas Saat Berbelok

Saat berbelok di tikungan, apakah mobil terasa limbung berlebihan? Atau terdengar bunyi aneh dari bawah? Stabilizer link atau ball joint bisa jadi biang keroknya.

Mobil yang sehat mestinya tetap stabil meski bermanuver. Kalau sudah terasa “ngambang”, itu artinya ada yang tak beres di bagian kaki-kaki.

Anda tak perlu langsung berpikir yang aneh-aneh. Lakukan dulu pemeriksaan mandiri. Jika gejalanya konsisten, barulah Anda ambil langkah berikutnya.