Kenapa Ban Mobil Bisa Aus Sebelah?

Service kaki kaki mobil – Pernahkah Anda sedang asyik mencuci mobil di hari Minggu, lalu tidak sengaja melihat permukaan ban yang tampak aneh? Sebelah sisi ban masih terlihat gondrong, tapi sisi lainnya sudah hampir botak. Kondisi ban yang aus sebelah seperti ini memang sering bikin pemilik mobil garuk garuk kepala. Masalahnya bukan cuma soal ban jadi cepat ganti baru. Kestabilan mobil saat dipacu di jalan raya jadi taruhannya.

Banyak orang baru tersadar saat permukaan ban benar benar sudah tipis di satu sisi. Padahal, ban yang tidak rata ini adalah cara mobil Anda  curhat  kalau ada yang salah dengan kaki kakinya. Bisa jadi masalah ada pada sistem spooring atau memang kebiasaan menyetir yang agak kasar.

Melalui tulisan ini, kita akan coba bedah apa saja yang bikin ban mobil habis sebelah. Tujuannya supaya perjalanan Anda tetap aman dan kantong tidak cepat jebol buat beli ban baru.

Kenapa Ban Harus Aus Secara Merata?

Normalnya, tapak ban harus menipis secara seimbang di semua bagian. Ini pertanda tekanan dan putaran roda bekerja dengan sinkron.

Bayangkan Anda sedang berjalan kaki tapi memakai sepatu yang miring. Pasti tumit atau jempol kaki akan terasa sakit. Begitu juga dengan mobil. Saat posisi roda berubah atau ada komponen kaki kaki yang mulai minta jajan, tekanan pada ban tidak lagi terbagi rata. Akibatnya, satu titik dipaksa bekerja lebih keras dan akhirnya cepat habis.

Maka dari itu, ban sebenarnya adalah indikator kesehatan kaki kaki mobil yang paling jujur.

Penyebab Ban Mobil Bisa Aus Sebelah

Ada banyak faktor yang jadi biang kerok masalah ini. Mari kita urutkan satu per satu.

1. Spooring Sudah Tidak Presisi

Ini alasan yang paling sering ditemui di bengkel. Sudut roda yang sudah melenceng bakal membuat ban menyeret di satu sisi. Ibaratnya roda dipaksa jalan miring sementara mobil terus melaju ke depan. Ujung ujungnya, ban bagian dalam atau luar akan terkikis lebih dulu sebelum waktunya.

2. Tekanan Ban Tidak Sesuai

Banyak orang sering meremehkan urusan angin. Jika ban kurang angin, sisi luar ban akan lebih cepat habis karena menanggung beban berlebih. Sebaliknya, kalau ban terlalu keras, bagian tengahnya yang akan duluan botak. Sederhana tapi dampaknya nyata.

3. Shockbreaker Sudah Lemah

Shockbreaker yang sudah mati tidak bisa lagi menjaga ban tetap menapak sempurna ke aspal. Roda seolah olah memantul kecil saat jalanan tidak rata. Efeknya, tekanan pada ban jadi tidak stabil dan bikin pola aus yang bergelombang atau hanya di satu bagian tertentu saja.

4. Tie Rod atau Ball Joint Aus

Komponen kecil ini tugasnya menjaga posisi roda tetap stabil saat bermanuver. Kalau sudah oblak, posisi roda bakal goyang goyang sendiri saat mobil jalan. Anda mungkin akan merasa setir jadi kurang tajam saat dibelokkan. Di saat yang sama, ban Anda sedang dikikis perlahan karena sudut yang terus berubah.

5. Bushing Arm Rusak

Karet bushing ini berfungsi meredam getaran agar suspensi tetap kokoh. Saat karetnya pecah, lengan ayun mobil tidak lagi berada di posisi yang benar. Hal ini bikin roda sedikit miring. Biasanya masalah ini dibarengi dengan munculnya bunyi  gluduk gluduk  dari bagian bawah mobil saat melewati polisi tidur.

6. Kebiasaan Berkendara yang Kasar

Sering hajar lubang dengan kecepatan tinggi itu musuh utama ban. Selain itu, hobi ngerem mendadak juga bikin beban ban jadi tidak seimbang. Cara menyetir Anda punya pengaruh besar terhadap usia pakai si karet hitam ini.

7. Beban Kendaraan Berlebihan

Mobil yang sering dipaksa bawa muatan di luar batas akan membuat ban  meleyot . Tekanan yang diterima dinding ban jadi sangat besar. Jika sering dilakukan, jangan kaget kalau ban bagian dalam terlihat lebih cepat halus dibanding bagian luarnya.

8. Rotasi Ban Jarang Dilakukan

Beban roda depan dan belakang itu tidak pernah sama. Roda depan biasanya lebih cepat aus karena harus belok dan menopang mesin. Kalau tidak pernah ditukar posisinya, ban depan pasti bakal habis duluan sebelum ban belakang sempat menipis.

Baca juga Ciri Ciri Tie Rod Mobil Mulai Rusak

Tanda Tanda Ban Aus Sebelah yang Perlu Diwaspadai

Coba sesekali luangkan waktu untuk melihat kondisi mobil Anda secara lebih dekat.

1. Permukaan Ban Tidak Rata

Ini gejala yang paling jelas. Anda bisa meraba alur ban dengan tangan atau sekadar melihatnya dari jauh. Jika satu sisi sudah hilang motifnya sementara sisi lain masih tebal, itu tandanya Anda harus segera ke bengkel.

2. Mobil Terasa Menarik ke Satu Sisi

Saat jalan lurus dan Anda lepas setir sejenak, apakah mobil cenderung lari ke kiri atau kanan? Kalau iya, itu alarm bahaya. Biasanya ini pertanda sistem spooring sudah berantakan atau ban memang sudah tidak balance.

3. Setir Kurang Stabil

Rasakan apakah ada getaran aneh di lingkar kemudi. Terkadang setir terasa goyang saat Anda berada di kecepatan tertentu. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan dan bikin tangan cepat lelah saat perjalanan jauh.

4. Muncul Bunyi dari Ban

Ban yang ausnya tidak rata biasanya mengeluarkan bunyi dengung yang khas. Suaranya seperti angin yang terjebak di bawah mobil. Makin kencang Anda melaju, suara ini biasanya bakal makin terdengar jelas di telinga.

Dampak Jika Ban Aus Sebelah Dibiarkan

Membiarkan ban yang sudah botak sebelah itu berisiko tinggi. Saat hujan turun, daya cengkeram ban ke aspal jadi hilang setengah. Mobil jadi gampang selip atau terkena gejala aquaplaning.

Selain itu, biaya perbaikan akan membengkak. Jika tidak segera diperbaiki, komponen kaki kaki lain akan ikut rusak karena harus menanggung getaran yang tidak normal. Jangan sampai karena satu ban, Anda harus ganti seluruh sistem suspensi.

Cara Mengatasi Ban Aus Sebelah

Langkah pertama yang paling benar adalah cek ke bengkel. Teknisi akan melihat kondisi fisik komponen seperti tie rod, ball joint, hingga sokbreker.

Jika ada bagian yang sudah rusak, mau tidak mau harus diganti. Setelah semuanya sehat, barulah dilakukan proses spooring ulang agar sudut roda kembali lurus seperti standar pabrikan.

Cara Mencegah Ban Cepat Aus Sebelah

Sebenarnya merawat ban itu tidak sulit. Cukup lakukan spooring dan balancing secara rutin setiap sepuluh ribu kilometer. Selalu cek tekanan angin setidaknya seminggu sekali.

Kurangi hobi menghantam lubang jika tidak ingin kaki kaki mobil cepat rusak. Lakukan juga rotasi ban secara berkala supaya keausannya bisa merata di semua sisi. Rawatlah ban Anda sebelum mereka menyerah di tengah jalan.

Solusi Tepat di Bengkel Spesialis Kaki Kaki

Kalau Anda merasa ada yang aneh dengan ban atau kendali mobil, jangan ditunda lagi. Segera bawa ke tempat yang memang ahlinya.

Coba konsultasikan masalah mobil Anda ke Domo Kaki Kaki. Mereka punya tim spesialis yang fokus menangani urusan suspensi dan spooring. Pemeriksaannya dilakukan dengan teliti supaya Anda tahu persis apa yang harus diperbaiki tanpa perlu tebak tebak buah manggis. Temui bengkel terpercaya di dekat Anda agar berkendara jadi lebih tenang.

Ban aus sebelah adalah sinyal bahwa ada yang tidak beres dengan mobil Anda. Bisa karena setelan roda yang melenceng atau memang ada komponen yang sudah minta pensiun. Jangan abaikan demi keselamatan Anda dan keluarga di jalan. Perawatan kecil hari ini bisa menghindarkan Anda dari masalah besar di kemudian hari.